Kerja Sama
Pemkab Mahakam Ulu Percayakan Kajian Lingkungan Hidup Strategis Dukung Penataan Ruang Long Lunuk ke ITN Malang
Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu kembali menggandeng ITN Malang untuk menyusun dokumen Wilayah Perencanaan Long Lunuk tahun 2026. Kerja sama ini berkomitmen penuh untuk mengintegrasikan prinsip pembangunan berkelanjutan agar kawasan perkotaan baru di Mahulu dapat berkembang secara tertata dan ramah lingkungan.
Admin LPKU
30 June 2026
Malang, ITN.AC.ID – Kepercayaan berbagai daerah terhadap Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) dalam urusan kajian lingkungan hidup strategis dan rencana tata ruang memang tidak perlu diragukan lagi. Kampus Teknologi dan Inovasi ini kembali menjadi mitra strategis yang diandalkan oleh pemerintah daerah. Terbaru, Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur kembali menggandeng ITN Malang untuk menyusun dokumen kajian lingkungan hidup strategis dalam mendukung pengembangan kawasan strategis dan wilayah perkotaan baru di Mahakam Ulu.
Lembaga Pengembangan Kerjasama dan Usaha (LPKU) ITN Malang resmi memulai kerja sama ini lewat penandatanganan kontrak sekaligus kick off meeting Penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Wilayah Perencanaan (WP) Long Lunuk Tahun 2026.
Pertemuan ini digelar santai namun produktif di Ruang Rapat LPKU Kampus I ITN Malang pada Senin, (29/06/2026). Momen penting tersebut dihadiri langsung oleh Kepala LPKU ITN Malang, Ir. Ardiyanto Maksimilianus Gai, ST., M.Si., MM. Sementara dari pihak Pemkab Mahulu, hadir Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Solman, S.Hut., M.Si., bersama Kepala Bidang Tata Lingkungan dan jajarannya.
Bagi ITN Malang, proyek di kabupaten yang berbatasan langsung dengan Malaysia ini bukanlah hal baru. Kepala LPKU ITN Malang, mengungkapkan bahwa kedekatan emosional dan profesional antara ITN Malang dan Mahulu sudah terbangun sangat kuat lewat berbagai program yang sukses sebelumnya.
“Kalau untuk KLHS, ini sudah kesekian kalinya kami dipercaya untuk mendampingi rekan-rekan dari Mahakam Ulu. Dokumen kajian lingkungan hidup strategis ini dipercayakan untuk disusun oleh tim ahli ITN Malang,” ujar Ardiyanto saat ditemui usai acara.
Ardiyanto menambahkan, selain karena kompetensi dan kualifikasi tim ahli ITN Malang, salah satu alasan utama Pemkab Mahulu kembali datang adalah jaminan kualitas dan rekam jejak serta komitmen yang kuat ITN Malang dalam menghasilkan kajian yang berkualitas.
“Selama ini ITN selalu mendampingi penyusunan KLHS di Mahulu, mulai dari produk KLHS Rencana Pembangunan maupun produk KLHS Rencana Tata Ruang. Setiap KLHS yang kami dampingi itu sudah tervalidasi oleh pihak provinsi. Itu yang membuat kerja sama ini terus berlanjut,” jelasnya.
Bagi Dinas Lingkungan Hidup Mahulu sendiri, penyusunan KLHS ini merupakan bentuk komitmen nyata dalam mendukung pembangunan wilayah dan kota yang berkelanjutan dan mendukung tata ruang berkualitas. Pihak dinas menegaskan, mereka tidak ingin dokumen ini berakhir sekadar sebagai pemenuh syarat administratif saja.
“Harapannya, KLHS ini benar-benar terintegrasi penuh ke dalam dokumen perencanaan tata ruang kota, sehingga prinsip pembangunan berkelanjutan di Long Lunuk bisa berjalan nyata di lapangan,” jelas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Mahakam Ulu.
Lewat kerja sama ini, Pemkab Mahulu menaruh harapan besar dan optimistis seluruh proses penyusunan bisa rampung tepat waktu. Dengan produk KLHS yang berkualitas dari ITN Malang, masa depan pembangunan kawasan perkotaan Long Lunuk diharapkan bisa berjalan lebih tertata dan ramah lingkungan.